Registrasi Kosmetik
Fitur Disabilitas

Berita

Informasi / Berita

Tingkatkan Kompetensi Evaluator Melalui Pelatihan Uji Klinik SPF dan Potensi Iritasi-Sensitasi Kulit

Oleh Administrator · 05 Jun 2024

Penggunaan produk kosmetik dan produk perawatan kulit telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Dalam dekade terakhir pengaruh iklan dan media sosial telah menaikkan atensi penggunaan produk, diantaranya kosmetik tabir surya dan kosmetik perawatan kulit. Tabir surya adalah produk topikal untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar ultraviolet (UV) baik UV-A ataupun UV-B. Sedangkan kosmetik perawatan kulit sering digunakan untuk membuat kulit tetap terawat dan sehat.


Dalam menjamin keamanan dan manfaat produk kosmetik ini, BPOM melakukan evaluasi pada protokol dan hasil uji klinik produk kosmetik. Uji klinik yang banyak dievaluasi diantaranya uji Sun Protection Factor (SPF) dan uji potensi iritasi dan sensitasi kulit atau uji Human Repeat Insult Patch Test (HRIPT).


Untuk memperdalam pemahaman terhadap uji klinik ini, tim evaluator penilaian uji klinik kosmetik Direktorat Registrasi OT SK Kos mengikuti pelatihan dari Departemen Dermatologi dan Venereologi (DV) FK-KMK UGM untuk uji SPF dan uji Potensi Iritasi dan Sensitasi untuk produk perawatan kulit. Pelatihan dibuat dengan konsep seminar dan workshop. Selama kegiatan, peserta diberikan pemahaman mendalam terkait tabir surya dan uji SPF, dermatitis kontak dan uji potensi iritasi dan sensitasi kulit.


Uji SPF pada produk tabir surya dilakukan untuk memperkirakan level proteksi produk terhadap sinar ultraviolet-B (UV-B) dengan melihat respon eritema pada kulit yang terpapar radiasi UV-B. Nilai SPF merupakan rasio yang dihitung dari energi yang dibutuhkan untuk menginduksi minimum erythemal dose (waktu mulai timbulnya kemerahan pada kulit) pada kulit subyek manusia yang dioles tabir surya dibandingkan kulit yang tidak dioles tabir surya. Dalam uji digunakan paparan ultraviolet artifisial dengan lampu yang telah diatur kekuatannya sesuai dengan rentang panjang gelombang UV B (280nm - 320nm) serta jarak aman terhadap kulit subjek uji. Area kulit yang digunakan adalah punggung dengan warna kulit yang merata. Uji dilakukan sesuai ISO 24444:2019 Cosmetics — Sun protection test methods — In vivo determination of the sun protection factor (SPF).


Sedangkan uji potensi iritasi dan sensitasi atau uji HRIPT dilakukan untuk melihat potensi suatu bahan atau produk kosmetik terhadap timbulnya iritasi dan alergi pada kulit. Penggunaan produk kosmetik dapat menyebabkan kondisi dermatitis kontak, yaitu suatu penyakit kulit yang ditandai dengan ruam yang seringkali terasa gatal dan diakibatkan oleh kontak langsung dengan suatu substansi atau alergen yang mungkin terkandung dalam suatu produk. Dalam uji potensi iritasi dan sensitasi ini digunakan patch dengan sampel bahan yang ditempel pada punggung subjek uji.


Pelatihan dan workshop dilaksanakan selama 2 hari pada 5-6 Juni 2024. Selain pemberian materi dalam ruang kelas, pendalaman pemahaman peserta juga diberikan dalam bentuk workshop (hands on) untuk melihat langsung bagaimana uji dilakukan. Diharapkan dari pelatihan ini, evaluator uji klinik kosmetik di Direktorat Registrasi OT SK Kos dapat memperoleh wawasan keilmuan lebih baik terkait uji klinik SPF dan uji klinik potensi iritasi dan sensitasi pada kulit. (Randi HP)

Statistik Pengunjung

Registrasi Kosmetik
12.353 User

Pengunjung Hari Ini

Registrasi Kosmetik
667.338 User

Total Pengunjung Tahun 2024

Registrasi Kosmetik

Gedung Merah Putih Lt.3 Jl. Percetakan Negara No. 23 Jakarta Pusat 10560, Indonesia

Registrasi Kosmetik

ditregotskkos@pom.go.id

Registrasi Kosmetik

021-4244691 ext. 3553

Follow us Registrasi Kosmetik Registrasi Kosmetik
Registrasi Kosmetik Registrasi Kosmetik

© 2024 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI. All rights reserved.